Pemkab Karo Salurkan Logistik Ke Posko Utama Tigaras Simalungun

Editor: metrokampung.com
Bupati Karo, Terkelin Brahmana didampingi wakil Bupati Cory S Sebayang saat berada di atas kapal ketika melakukan penyisiran seputaran perairan DTW Tongging (Foto/aston Biring/Metro Kampung).
KARO - METROKAMPUNG. COM
Tragedi tenggelamnya  Kapal Motor (KM) Sinar Bangun diperairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Propinsi Sumatera Utara  ternyata mendapatkan perhatian serius dari Bupati Karo, Terkelin Brahmana.Dimana hal tersebut Pemkab Karo menunjukkan rasa empati terhadap kejadian tersebut ,apa lagi ratusan korban yang berada didalamnya belum ditemukan sehingga para keluarga korban tetap sabar menunggu di Posko Utama Tiga Ras Kabupaten Simalungun. .

Posko kepedulian Pemkab Karo di Tongging ini, yang berada di bibir pantai Danau Toba dan tepatnya berada di pinggir badan Jalan Tongging – Silalahi Kabupaten Dairi, sangat mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Sehingga bila saja, ada masyarakat nelayan Danau Toba menemukan korban, informasinya bisa cepat sampai ke posko, sehingga tim bisa bergerak cepat memberikan bantuan yang dibutuhkan dan bisa langsung koordinasi dengan Posko Utama di Tiga Ras Kabupaten Simalungun,” katanya.
Untuk itu, Pemkab Karo  hari Selasa (26/7)  akan mendistribusikan logistik ke posko utama di Tiga Ras, seperti sayur-sayuran, supermi, aqua, beras dan lain sebagainya. “Kita mempunyai tanggung jawab moral kemanusiaan untuk berpartisipasi membantu logistik kebutuhan tim dan keluarga korban maupun mencari penumpang yang hilang itu. Kita tetap menugaskan tim SAR BPBD Karo dan tim relawan bertugas di Posko Kepedulian di kawasan Tongging,” ujar Bupati Karo.

Hal yang sama dikatakan Kalak BPBD Karo, Martin Sitepu, pimpinan posko dikoordinasi oleh pemerintahan setempat yaitu Camat dan Pemerintahan desa. Posko didirikan untuk menampung informasi dari semua pihak terkait yang melihat atau mengetahui informasi korban KM Sinar Bangun.

Aktivitas posko terus berlangsung selama posko utama di Tiga Ras, Simalungun belum menghentikan upaya pencaharian. Pemerintah Karo akan menyiapkan perlengkapan bilamana nantinya dibutuhkan seperti ambulance, kantong mayat dan peralatan kesehatan lainnya, sebutnya.

Ketika disinggung, upaya penyisiran yang dilakukan Pemkab Karo, Martin Sitepu menjelaskan, penyisiran disekitar perairan wilayah Tongging untuk melihat kemungkinan para korban penumpang KM Sinar Bangun mengapung terbawa arus ke perairan Tongging kawasan Kabupaten Karo,katanya.

Diperoleh informasi, Tim Basarnas sudah melakukan pencarian dengan tiga sistem, yaitu permukaan air, dalam air dan penyisiran di bibir Danau Toba, tetapi belum menemukan korban yang meninggal atau selamat. Tim SAR juga telah memperluas pencarian sampai radius 30 km untuk terus mencari korban

Tim SAR juga sudah menggunakan peralatan multibeam side scan sonar yang mampu mendeteksi dan mengetahui kondisi dasar perairan hingga kedalaman 2.000 meter. KM Sinar Bangun tenggelam saat berlayar dari dermaga Simanindo di Pulau Samosir ke dermaga Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Senin (16/060 lalu), dengan perkiraan terakhir membawa 192 penumpang walau -menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi- kapasitasnya hanya sekitar 45 orang.

Hampir bisa dipastikan sekitar 170 penumpang yang hilang sudah meninggal dunia dan ada perkiraan bahwa jenazah bisa jadi akan mulai mengapung ke permukaan atau tertahan di bangkai kapal KM Sinar Bangun. (As/Amr)


Share:
Komentar


Berita Terkini