Pakpak Bharat, Metrokampung.com
Pakpak Bharat. Bupati Pakpak Bharat, Franc Benrhard Tumanggor, mengatakan, angka prevelensi stunting di Kabupaten Pakpak Bharat masih tinggi dan perlu segera diatasi secara terintegrasi mulai tingkat kabupaten hingga desa.
Dalam kegiatan ini, turut dihadiri perwakilan Kantor BKKBN wilayah Sumatera Utara, Hery Pranata Satria, Kepala Dinas Pemdes, PPPA, dan Keluarga Berencana Kabupaten Pakpak Bharat, Robincem Habeahan serta undangan lainnya.
Adapun rembuk Stunting ini dilaksanakan, untuk menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting Kabupaten/Kota terintegrasi, mendeklarasikan komitmen Pemerintah Daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi , serta membangun komitmen publikasi dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten/Kota.
Sementara itu perwakilan Kantor BKKBN wilayah Sumatera Utara, Hery Pranata Satria mengatakan, meski Pakpak Bharat sendiri telah mampu menurunkan angka stunting cukup besar sepanjang tahun 2021-2022, namun perlu perhatian dan kajian lebih mendalam kedepan, supaya angka ini benar-benar konkrit.
"Pakpak Bharat mampu menurunkan pravelensi stunting cukup besar dari tahun 2021-2022, namun perlu kita cermati dan menjadi fokus kita kedepan, angka ini harus benar-benar konkrit. Peran Pemerintah Daerah tentu sangat diharapkan dalam upaya menggait pihak swasta sebagai bapak asuh, ini penting," jelas dia.
Sedangkan, Kepala Dinas Pemdes, PPPA, dan Keluarga Berencana Kabupaten Pakpak Bharat, menjelaskan bahwa sasaran utama dari kegiatan penurunan stunting adalah balita stunting dan keluarga beresimo stunting.(vikram)